KETUA Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara (HMJIAN) terpilih Syafrina Harahap dalam pidato sambutannya menyatakan siap membantu Prodi IAN FISIP UMSU dalam menjalankan visi dan misinya. “Selain siap dalam membantu Prodi IAN dalam menjalankan visi dan misinya, kami pengurus HMJ-IAN juga siap bersaing dan berkompetisi dalam berbagai kegiatan yang membawa nama baik program studi,” ungkap Syafrina
pada acara pelantikan HMJ-IAN di Aula UMSU, Jum’at (20/3).
Pelantikan kepengurusan HMJ-IAN ini dinilai Ketua Prodi IAN Nalil Khairiah sebagai bentuk peralihan kekuasaan yang berjalan sukses sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk itu, Nalil berharap kepengurusan yang terpilih pada priode 2015-2016 ini dapat mendukung visi dan misi program studi.
“Idealnya, pelantikan ini memang dilaksanakan pada pebruari 2015. Namun karena banyaknya agenda kegiatan
yang tidak dapat ditunda maka pelantikan ini baru bisa dilaksanakan sekarang. Pada kesempatan ini juga kami mengadakan seminar dengan tema kesiapan pemuda dan birokrasi dalam menghadapi masyarakat ekonomia
asean (MEA),” ujarnya.
Tema seminar itu sengaja dipilih mengingat dalam waktu dekat ini Indonesia dan negara-negara ASEAN lainya
akan menghadapi satu sistem persaingan ekonomi terbuka yang kemudian disebut dengan masyarakat ekonomi
ASEAN. “Untuk itu, pada seminar ini kita akan melihat bagaimana kesiapan birokrasi dan pemuda dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN. Di mana pemuda akan terkena dampak yang paling signifikan jika tidak siap dalam menghadapi MEA ini. Sedangkan untuk birokarasi, kita ingin melihat bagaimana pelayanan-pelanyanan yang dapat diberikan oleh birokarasi dalam menghadapi MEA,” tegasnya.
“Namun pembicara yang mewakili birokasi yaitu Sekda Provisi Sumatera Utara tidak bisa hadir sehingga seminar
ini hanya akan melihat bagaimana kesiapan pemuda yang pada kesempatan ini diwakili oleh Ketua KNPI Sumut
terpilih, Sugiat Santoso,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KNPI Sumut terpilih, Sugiat Santoso, S.Sos, MSP yang hadir menjadi pembicara pada seminar ini mengatakan melihat sejarah pemuda Indonesia yang dari masa lalu hingga sekarang penuh dengan kegemilangan, maka seharusnya kita sebagai generasi muda harus meneruskan kembali perjuangan para pemuda agar tidak kehilangan identitas sebagai pemuda. “Identitas pemuda yang cerdas, kritis
dan keratif itu yang kita butuhkan. Misalnya saja melakukan pengawasan terhadap pemerintah agar roda pemerintah berjalan dengan baik dan bersih,” bebernya.
Lebih lanjut, Sugiat mengatakan pemuda sebagai agen perubahan harus mampu menjadi pembela keadilan. Beberapa tahun terakhir menurut Sugiat, fakta telah menjelaskan bahwa keadilan telah berubah menjadi barang
ekonomi yang dapat dibeli dengan uang.”Sudah jelas, bahwa segala cara harus dilakukan untuk mempersiapkan
generasi baru bangsa ini. Mulai dari pendidikan, pencitraan media, pendidikan keagamaan, hingga kegiatan-kegiatan kepemudaan yang bersifat membangun,” tegasnya.
Sugiat menilai, peran pemuda dalam menghadapi MEA 2015 sangat dibutuhkan mengingat bahwa pemuda sebagai tonggak perubahan. Fokus pemuda harus menjadi prioritas, misalnya bagaimana menekan angka pengangguran pada pemuda.”Selain itu, bagaimana menciptakan ide-ide kreatif agar para sarjana dapat semakin besar memiliki minat menjadi wirausaha serta mampu melakukan inovasi terhadap kebijakan lainya,” bebernya.
Sementara itu, Dekan FISIP UMSU, Rudianto mengatakan pergerakan mahasiswa pada level HMJ harus semakin
progresif, inovatif dan kreatif dalam bentuk program-program yang dapat dijalankan selama satu priode. “Program- program tersebut harus bisa bermanfaat bagi pengembangan prodi,”ujarnya. (*)
